Sulutexpres.com – 23 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Universitas Republik Indonesia (URI) yang digagas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya bagi kepemimpinan masa depan bangsa. Langkah ambisius ini mengambil inspirasi dari keberhasilan Prancis dalam mengembangkan lembaga pendidikan serupa, yaitu Institut National du Service Public (INSP). Peluncuran ini menandai komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, terutama untuk mengisi posisi-posisi strategis di sektor pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan bahwa pembentukan URI merupakan upaya konsolidasi dan integrasi berbagai elemen pendidikan yang sudah ada, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan juga di pemerintahan,” ujar Donny usai pelantikannya di Istana Negara, Rabu (23/7/2026).
Konsep URI terinspirasi dari INSP Prancis, sebuah lembaga yang didedikasikan untuk rekrutmen, pelatihan awal, dan pelatihan berkelanjutan bagi para eksekutif dan manajer puncak. INSP sendiri merupakan evolusi dari Ecole Nationale d’Administration (ENA) yang didirikan pasca Perang Dunia II dan dikenal sebagai tempat pelatihan para pemimpin Prancis, termasuk presiden dan perdana menteri. Dengan mengadopsi model ini, URI diharapkan mampu mendidik dan melatih calon pemimpin bangsa dalam hal karakter, pemikiran, serta managerial skill untuk menghadapi tantangan masa depan.
Also Read
Pemerintah berencana membangun 10 unit Universitas Republik Indonesia. Lebih lanjut, URI akan terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk memastikan keselarasan dalam penyiapan SDM bagi aparatur sipil negara (ASN) dan BUMN. Rencananya, pengajar di URI akan berasal dari dalam dan luar negeri, serta dosen-dosen dari universitas terkemuka. Seluruh perkuliahan di URI akan diselenggarakan dengan skema beasiswa penuh, dan lulusannya akan mendapatkan gelar akademik yang setara dengan kampus lainnya, seperti sarjana atau insinyur.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa pendirian URI tidak akan mengubah fungsi Kemendikti Saintek maupun membawahi seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. URI akan berfokus pada program afirmasi untuk menyiapkan SDM unggul yang siap ditempatkan di lokasi-lokasi atau posisi strategis, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta program prioritas nasional. “URI tidak akan membawahi seluruh PTN atau mengubah fungsi Kemendikti Saintek. URI fokus siapkan SDM unggul untuk posisi strategis nasional dan daerah 3T. URI cetak pemimpin bangsa, integrasikan LAN untuk ASN dan BUMN,” jelas Brian.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aries Marsudiyanto, menambahkan bahwa URI juga akan memfokuskan pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta program studi kesehatan dan kedokteran. Fokus pada STEM didorong oleh keinginan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu menguasai teknologi secara mandiri, mengingat kekayaan sumber daya alam yang melimpah namun belum diimbangi dengan penguasaan teknologi. “Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri. Dan sumber daya alamnya kita sudah lengkap, sudah tersedia semua,” ujar Aries.
Sementara itu, penekanan pada bidang kesehatan dan kedokteran didasari oleh kesadaran akan kekurangan jumlah dokter di Indonesia yang masih jauh dari standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Rasio dokter per penduduk di Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan, masih rendah. Keberadaan URI diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengatasi kesenjangan ini dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh penjuru negeri. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam Dirikan lembaga Universitas Republik Indonesia, pemerintah RI contohkan keberhasilan Prancis [titlebase] ini diharapkan mampu mencetak generasi pemimpin yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi, serta mampu membawa Indonesia menuju kemandirian teknologi dan kesejahteraan yang merata.
Proses kajian terkait pembangunan 10 kampus URI masih terus berjalan, termasuk penentuan detail operasionalnya. Namun, komitmen untuk menciptakan lembaga pendidikan kelas dunia yang berorientasi pada kebutuhan strategis bangsa tetap menjadi prioritas utama. Kebijakan strategis ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah dalam membangun fondasi SDM yang kuat untuk menghadapi tantangan global di masa depan, sekaligus menegaskan kembali upaya Dirikan lembaga Universitas Republik Indonesia, pemerintah RI contohkan keberhasilan Prancis [titlebase] sebagai terobosan pendidikan nasional.
Langkah pemerintah dalam Dirikan lembaga Universitas Republik Indonesia, pemerintah RI contohkan keberhasilan Prancis [titlebase] ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk legislator. Meskipun demikian, fokus utama saat ini adalah pada implementasi program dan memastikan URI dapat berjalan sesuai dengan tujuannya untuk mencetak pemimpin bangsa yang berintegritas dan kompeten. Keberhasilan program ini diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia, meniru kesuksesan negara-negara maju seperti Prancis dalam mempersiapkan aparatur negara dan pemimpin masa depan.




