Sulutexpres.com – 23 Juli 2026 | JAKARTA – Kasus Alphard vs Sekuriti Bundaran HI berlanjut, polisi jadwalkan konfrontasi [titlebase] antara pengemudi mobil mewah dan petugas keamanan yang terlibat cekcok di kawasan penyeberangan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat. Insiden yang viral di media sosial pada Rabu (22/7/2026) ini kini memasuki babak baru dengan rencana polisi mempertemukan kedua belah pihak.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil pengemudi Toyota Alphard dan petugas keamanan yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan ini merupakan langkah awal sebelum kedua belah pihak dipertemukan secara langsung untuk dikonfrontir di kantor Subdit Gakkum.
“Jadi, saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada security yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum,” ujar AKBP Ojo Ruslani saat dihubungi, Kamis (23/7/2026). Ia menambahkan bahwa surat pemanggilan akan dikirimkan pada hari Jumat, sementara pemeriksaan dan konfrontasi dijadwalkan pada awal pekan depan, tepatnya hari Senin.
Also Read
Peristiwa ini bermula ketika sebuah video yang merekam keributan antara pengemudi Alphard dan seorang sekuriti di area penyeberangan Bundaran HI menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut, terlihat adanya adu mulut yang dipicu oleh tindakan pengemudi Alphard yang diduga menerobos lampu merah penyeberangan atau pelican crossing saat petugas keamanan sedang membantu pejalan kaki.
Salah seorang sekuriti yang terlibat dalam insiden tersebut, Vicol Harefa, sempat menyatakan bahwa persoalan tersebut telah selesai secara damai dengan pengemudi mobil Alphard. “Sudah damai,” ungkap Vicol kepada Kompas.com melalui pesan singkat pada Kamis (23/7/2026). Namun, Vicol belum bersedia memberikan keterangan lebih rinci mengenai detail penyelesaian damai tersebut dan membatalkan wawancara yang sempat dijadwalkan.
Di sisi lain, penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada cekcok antara kedua belah pihak. Polisi juga akan mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi Alphard. Selain itu, sorotan juga tertuju pada pelat nomor mobil Alphard yang beredar dalam video. Warganet ramai membahas dugaan bahwa pelat nomor tersebut palsu.
Berdasarkan penelusuran Kompas.com melalui situs resmi Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, pelat nomor D 1828 XHQ yang terpasang pada mobil Alphard hitam dalam video, tercatat bukan terdaftar sebagai Toyota Alphard. Data Bapenda Jabar menunjukkan bahwa pelat nomor tersebut seharusnya terregistrasi pada mobil Daihatsu berwarna silver metalik. Temuan ini menambah kompleksitas dalam penanganan Kasus Alphard vs Sekuriti Bundaran HI berlanjut, polisi jadwalkan konfrontasi.
AKBP Ojo Ruslani menegaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup semua aspek yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. “Semua terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain nanti saya kasih tahu,” jelasnya. Polisi berkomitmen untuk menangani perkara ini secara objektif dan adil, tanpa memihak salah satu pihak.
“Jangan sampai nanti polisi terkesan berat sebelah. Membela siapa? Temannya pengemudi Alphard? Pengemudi Alphard ketika ada pelanggaran pun harus mendapat sanksi. Kemudian yang security pun kalau memang ada pelanggaran, dia pun harus mendapat sanksi, minimal teguran,” tegas AKBP Ojo Ruslani. Penanganan Kasus Alphard vs Sekuriti Bundaran HI berlanjut, polisi jadwalkan konfrontasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum dan menegakkan kedisiplinan berlalu lintas di ibu kota.
Polisi akan mengkaji pasal-pasal yang berpotensi diterapkan, baik terkait pelanggaran lalu lintas maupun dugaan penggunaan pelat nomor palsu. Keputusan akhir mengenai sanksi akan ditentukan setelah seluruh proses pemeriksaan dan konfrontasi selesai dilakukan. Kejelasan mengenai status pelat nomor dan penanganan pelanggaran lalu lintas diharapkan dapat segera terungkap dalam beberapa hari ke depan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran berlalu lintas dan menghormati aturan, terutama di area publik yang ramai seperti Bundaran HI. Interaksi antara pengemudi kendaraan dan petugas keamanan di jalanan kerap menjadi sorotan, dan penanganan yang transparan oleh pihak kepolisian diharapkan dapat membangun kepercayaan publik.




