Sulutexpres.com – 18 Agustus 2026 | Sebuah insiden maut terjadi di kuil India, tujuh peziarah dilaporkan tewas dalam peristiwa tragis yang mengguncang Kuil Ashok Dham di distrik Lakhisarai, negara bagian Bihar, India timur. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (17/8/2026) pagi, ketika ribuan umat Hindu memadati kuil tersebut untuk mempersembahkan air kepada Dewa Siwa dalam rangkaian bulan suci Shravan. Situasi yang seharusnya khidmat berubah menjadi kepanikan massal setelah sebuah tiang listrik dilaporkan roboh, memicu sengatan listrik dan akhirnya desak-desakan yang mematikan.
Menurut keterangan pejabat setempat, insiden maut terjadi di kuil India ini berawal ketika tiang listrik yang roboh menyebabkan beberapa pengunjung tersengat aliran listrik. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan di tengah kerumunan yang sangat padat. Dalam situasi tersebut, kepanikan dengan cepat berubah menjadi aksi saling dorong yang tak terkendali. Pejabat Distrik Lakhisarai, Shailendra Kumar, mengonfirmasi bahwa sebuah barikade jebol akibat tekanan massa yang luar biasa besar. Hal ini menyebabkan banyak orang terjatuh dan terinjak-injak.
“Jumlah kerumunan luar biasa besar. Sekitar pukul 06.30 hingga 06.45, dua kereta tiba di sini dan turut menambah jumlah orang. Padahal, kami sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung,” ujar Kumar, menjelaskan lonjakan jumlah peziarah yang datang. Laporan awal menyebutkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan lebih dari selusin lainnya mengalami luka-luka akibat insiden desak-desakan ini. Para korban yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Also Read
Kepala Menteri Bihar, Samrat Choudhary, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa para peziarah. Melalui akun resminya di X, Choudhary menyatakan keprihatinan atas tewasnya para umat dalam kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pemerintah daerah telah memberikan instruksi agar para korban luka mendapatkan perawatan yang tepat dan segera. Ia juga mengumumkan pemberian bantuan sukarela sebesar 4.000 dolar AS (sekitar Rp74 juta) untuk masing-masing keluarga korban yang meninggal, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pasca-insiden maut terjadi di kuil India.
Penyebab pasti dari robohnya tiang listrik dan pemicu utama kepanikan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Pejabat senior kepolisian, Shivam Kumar, menekankan bahwa kepastian penyebab kejadian baru dapat dipastikan setelah seluruh informasi diverifikasi. Meskipun demikian, kronologi awal menunjukkan bahwa kombinasi antara tiang listrik yang roboh, sengatan listrik, dan kerumunan massa yang padat menjadi faktor utama terjadinya tragedi ini. Insiden desak-desakan di keramaian bukanlah hal yang asing di India, mengingat besarnya skala perayaan keagamaan yang seringkali menarik jutaan orang berkumpul di satu tempat.
Peristiwa di Kuil Ashok Dham ini kembali mengingatkan akan pentingnya manajemen kerumunan yang efektif dalam acara-acara publik berskala besar, terutama yang melibatkan tempat ibadah. Pihak berwenang diharapkan dapat mengevaluasi kembali protokol keselamatan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Keselamatan peziarah dan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan acara keagamaan.






