Ulang Tahun ke-43 Ruben Onsu: Rayakan Bersama Anak Panti, ‘Skakmat’ Netizen yang Tuduh Pencitraan!

Author Image

Terbit

18 Agustus 2026, 17:39 WIB

Ulang Tahun ke-43 Ruben Onsu: Rayakan Bersama Anak Panti, 'Skakmat' Netizen yang Tuduh Pencitraan!
Ulang Tahun ke-43 Ruben Onsu: Rayakan Bersama Anak Panti, 'Skakmat' Netizen yang Tuduh Pencitraan!

Sulutexpres.com – 18 Agustus 2026 | JAKARTA – Presenter kondang Ruben Onsu baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-43 pada 15 Agustus 2026 lalu. Momen spesial ini dirayakan dengan cara yang berbeda, yakni dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. Namun, niat baik Ruben ini justru menuai tudingan miring dari sebagian netizen yang menilainya sebagai aksi pencitraan. Menanggapi hal tersebut, Ruben Onsu memberikan respons tegas yang berhasil ‘skakmat’ para pembencinya.

Perayaan ulang tahun Ruben Onsu kemudian digelar lebih meriah dalam acara Brownis di Trans TV pada Selasa (18/8/2026). Di usianya yang kini memasuki angka 43, Ruben mengaku semakin banyak bersyukur. “Ya senang, memaknainya lebih banyak bersyukur. Dan bisa memasuki usia 43 tahun ya sudah banyak hal yang harus dipikirkan untuk ke depan,” ujar Ruben.

Harapan Ruben di usianya yang baru ini sederhana, yakni terus diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Ia juga terbuka menerima segala doa dan ucapan baik yang dilayangkan kepadanya. “Harapannya ya, mudah-mudahan terus diberikan kesehatan, diberikan kebahagiaan. Doa dan semua ucapan baik yang pasti diaminkan sajalah ya,” tuturnya.

Momen perayaan ulang tahun Ruben kali ini terasa semakin spesial dengan kehadiran Thalita Latief. Ruben mengaku terharu lantaran sudah cukup lama tidak bertemu dengan Thalita. “Iya, amat-amat terharu sih tadi. Karena sudah lama banget kan nggak ketemu sama Thalita gitu. Dari awal dulu juga sama Thalita ya banyak ceritanya gitu. Jadi maksudnya senang tadi bisa ketemu sama Thalita di acara Brownis,” ungkapnya.

Meskipun sudah tidak terlalu mengharapkan hadiah di usianya yang matang, Ruben tetap menerima berbagai kado dari orang-orang terdekat dan teman-temannya. Baginya, kehadiran dan kebersamaan orang-orang terkasih sudah menjadi hadiah yang paling berharga. “Dapat. Tapi kalau dari teman-teman, dari semuanya sih kayaknya sudah di usia segini sudah nggak ngarepin lagi kado ya kayaknya. Sudah senang saja gitu, di usia 43 tahun mereka masih terus ada bersama kita terus,” jelasnya.

Di sisi lain, perayaan ulang tahun Ruben Onsu ini juga diwarnai dengan isu perseteruan dengan mantan istrinya, Sarwendah. Kabarnya, Ruben sempat meminta kedua putrinya untuk hadir di acara perayaan ulang tahunnya, namun Sarwendah memberikan syarat yang membuat rencana tersebut batal. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan kekecewaannya atas syarat yang diajukan Sarwendah tersebut. Menurut Minola, pemberian izin dengan syarat tertentu sama saja dengan tidak mengizinkan. Ia menyayangkan hal ini terjadi, mengingat hak Ruben untuk bertemu anak-anaknya telah diatur dalam kesepakatan pascacerai.

Menyikapi berbagai komentar negatif terkait aksinya yang rayakan ulang tahun dengan anak-anak panti asuhan, Ruben Onsu skakmat netizen usai dicap pencitraan, Ruben menegaskan bahwa niatnya murni untuk berbagi kebahagiaan. Ia juga sempat menyinggung soal nafkah, menyatakan bahwa dirinya masih mampu dan tidak perlu melakukan pencitraan. Pernyataan ini seolah menjadi tamparan bagi mereka yang gemar menghakimi tanpa mengetahui niat sebenarnya. Kejadian ini kembali mengingatkan publik bahwa di balik sorotan media, setiap individu berhak merayakan momen penting dengan cara yang mereka inginkan.

Sementara itu, di kota Surabaya, sebuah kasus memilukan terungkap di salah satu panti asuhan. Seorang anak pemilik panti asuhan berinisial MSN (22) ditangkap oleh pihak kepolisian Polrestabes Surabaya. Ia diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak asuh yang merupakan penyandang disabilitas tunanetra. Tindakan bejat ini dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, sejak tahun 2024 hingga 2026. Pelaku diduga memanfaatkan posisinya dan kelengahan pengurus panti untuk melancarkan aksinya, bahkan merekam perbuatannya menggunakan ponsel. Kasus ini sontak mengundang murka Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, yang menegaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan hukuman setimpal sesuai undang-undang yang berlaku. Korban kini telah kembali dalam pengasuhan ibu kandungnya dan mendapatkan pendampingan psikologis.

Kisah pilu di Surabaya ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dan integritas di setiap institusi yang menaungi anak-anak rentan. Hal ini kontras dengan niat baik Ruben Onsu yang memilih rayakan ulang tahun dengan anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial. Meskipun sempat mendapat cibiran, Ruben Onsu membuktikan bahwa niat tulusnya untuk berbagi kebahagiaan jauh lebih berharga daripada tuduhan miring. Kasus pelecehan di panti asuhan Surabaya menjadi sorotan tajam dan menuntut penegakan hukum yang tegas. Ruben Onsu sendiri telah memberikan respons yang cerdas ketika dicap pencitraan, menegaskan bahwa ia masih mampu dan tidak memerlukan hal tersebut.

Kasus pelecehan di Surabaya ini juga menunjukkan betapa pentingnya lingkungan yang aman dan terpercaya bagi anak-anak, terutama mereka yang berada di bawah pengasuhan panti asuhan. Tindakan pelaku MSN sangat disesalkan dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Dengan adanya penangkapan dan proses hukum yang berjalan, diharapkan keadilan dapat ditegakkan bagi para korban. Di sisi lain, Ruben Onsu terus menunjukkan sisi positifnya dengan rayakan ulang tahun dengan anak-anak panti asuhan, sebuah gestur yang sepatutnya diapresiasi, bukan dicibir. Sikap Ruben Onsu yang skakmat netizen usai dicap pencitraan menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi komentar negatif.

Related Post

Terbaru