Sulutexpres.com – 21 Juli 2026 | ASAHAN, KOMPAS.com – Kepercayaan publik terhadap aparatur sipil negara (ASN) kembali diuji. Ratusan ASN di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga telah melakukan praktik manipulasi absensi elektronik. Terbongkarnya cara licik ratusan ASN di Asahan akali absensi terbongkar, install aplikasi berbayar di ponsel ini mengungkap adanya permainan dalam sistem kehadiran yang dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan.
Praktik yang mencederai integritas ini memungkinkan para oknum ASN untuk melakukan absensi tanpa harus hadir secara fisik di kantor. Bahkan, mereka bisa saja melakukan absensi dari rumah, luar kota, atau lokasi lain yang jauh dari tempat kerja. Temuan ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah daerah yang berupaya menegakkan disiplin kerja di kalangan pegawainya.
Menurut Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Asahan, Faisal Sinaga, praktik kecurangan ini memang benar terjadi. “Ada yang kedapatan menggunakan itu (aplikasi fake GPS), jadi bisa absen tanpa harus berada di kantor,” ungkap Faisal saat ditemui di kantornya pada Senin (20/7/2026).
Also Read
Faisal menjelaskan lebih lanjut bahwa para ASN yang melakukan kecurangan ini memanfaatkan aplikasi berbayar yang dapat memalsukan data lokasi geografis (fake GPS) pada ponsel mereka. Dengan aplikasi ini, sistem absensi elektronik yang seharusnya mendeteksi keberadaan fisik pegawai di kantor, justru menganggap mereka hadir sesuai jadwal. Padahal, kenyataannya mereka tidak berada di lokasi tersebut.
Sistem absensi elektronik yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sebenarnya telah dirancang cukup ketat, mencakup identifikasi wajah dan kewajiban berada di lokasi kantor saat jam masuk dan pulang. Namun, dengan adanya aplikasi ilegal ini, celah tersebut berhasil dieksploitasi. Modus operandi ini menunjukkan betapa lihainya para oknum dalam mencari celah untuk menghindari kewajiban kerja.
Kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran disiplin, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan daerah jika dibiarkan. Keterlambatan atau ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dapat berakibat pada pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Dengan memanipulasi absensi, para oknum ini berusaha menghindari pemotongan tersebut.
Faisal Sinaga memperkirakan jumlah ASN yang terlibat dalam praktik manipulasi absensi ini mencapai ratusan orang, dengan dugaan paling banyak ditemukan di tingkat kecamatan. “Saya tidak tahu pasti jumlahnya berapa, tapi jumlahnya ada ratusan. Paling banyak di kecamatan,” ujarnya.
Menyikapi temuan ini, BKPSDM Kabupaten Asahan telah melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat Kabupaten Asahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Data mengenai ASN yang diduga menggunakan aplikasi manipulatif tersebut telah diserahkan kepada Inspektorat. “Data sudah di tangan inspektorat. Dari sana nanti apa tindakan selanjutnya,” jelas Faisal.
Sanksi bagi ASN yang terbukti melakukan kecurangan bisa bervariasi, mulai dari yang paling ringan hingga terberat. Sanksi terberat yang mungkin dijatuhkan meliputi pemberhentian, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, bahkan pengembalian TPP yang telah diterima. “Kita tunggu apa hasil pemeriksaan dari inspektorat, disitu lah nanti kita memberikan sangsi,” tegasnya.
Terbongkarnya cara licik ratusan ASN di Asahan akali absensi terbongkar, install aplikasi berbayar di ponsel ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan disiplin yang konsisten. Penggunaan teknologi untuk memanipulasi data kehadiran menunjukkan adanya kebutuhan untuk terus memperbarui sistem keamanan dan integritas dalam pengelolaan ASN. Kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi dan penanaman nilai-nilai integritas sejak dini kepada para aparatur negara.
Hingga kini, proses pemeriksaan oleh Inspektorat masih berlangsung. Pemerintah daerah berharap agar seluruh ASN dapat kembali menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab dan integritas, serta menjauhi segala bentuk kecurangan yang dapat merusak citra aparatur sipil negara. Kasus cara licik ratusan ASN di Asahan akali absensi terbongkar, install aplikasi berbayar di ponsel ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ASN di Asahan maupun di daerah lain.




