Sulutexpres.com – 22 Juli 2026 | Polemik seputar rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang pernah dihuni Sarwendah kembali memicu perhatian publik. Di tengah proses hukum perceraian dan perebutan hak asuh anak dengan Ruben Onsu, terungkap fakta mengejutkan terkait pembiayaan rumah tersebut. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi bahwa Ruben Onsu rela meminjam dana sebesar Rp10 miliar ke bank demi menuruti keinginan Sarwendah untuk merenovasi rumah Cilandak tersebut.
Menurut Minola Sebayang, rumah di Cilandak itu awalnya dibeli secara tunai oleh Ruben Onsu. Namun, setelah pembelian, Sarwendah yang saat itu masih berstatus istri Ruben memiliki keinginan agar rumah tersebut direnovasi menjadi lebih mewah. Demi mewujudkan ambisi tersebut, Ruben Onsu kemudian menjaminkan sertifikat rumah yang baru saja dibelinya ke bank untuk mendapatkan pinjaman renovasi. Nilai pinjaman yang disetujui bank mencapai Rp10,1 miliar, yang sepenuhnya dialokasikan untuk biaya kontraktor dan renovasi.
Pengacara Ruben Onsu ini lebih lanjut menjelaskan bahwa kontraktor yang mengerjakan renovasi rumah tersebut ternyata adalah keluarga Sarwendah sendiri. Meskipun demikian, seluruh biaya pembayaran tetap menjadi tanggung jawab Ruben Onsu. Tercatat, Ruben rutin melakukan transfer dana sebesar Rp250 juta kepada ayah Sarwendah sebanyak 46 kali. Total biaya yang dikeluarkan Ruben Onsu untuk renovasi rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp11,1 miliar, melebihi nilai pinjaman bank yang diambilnya.
Also Read
Keputusan masa lalu untuk melakukan renovasi besar-besaran ini kini justru menjadi beban finansial yang cukup berat bagi ayah tiga anak tersebut. Laporan menyebutkan bahwa Ruben Onsu harus menanggung cicilan bulanan yang tidak sedikit, mencapai ratusan juta rupiah. Posisi kredit rumah tersebut dikabarkan sedang tidak lancar, dengan cicilan KPR yang mencapai Rp379 juta per bulan. Meskipun demikian, pihak Ruben Onsu maupun kuasa hukumnya mengklaim belum menerima informasi resmi dari pihak bank mengenai kemungkinan pelelangan aset tersebut.
Fakta ini tentu saja memicu berbagai reaksi dari publik dan sejumlah figur publik. Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, turut angkat bicara terkait kepindahan Sarwendah dari rumah tersebut. Nanda justru memberikan dukungan, menilai bahwa meninggalkan rumah itu bisa menjadi keputusan yang tepat mengingat rumah tersebut diduga menjadi sumber berbagai polemik. Ia juga menyinggung soal cicilan rumah yang masih ditanggung oleh Ruben Onsu.
Sementara itu, tokoh publik seperti Aldi Taher turut memberikan komentarnya mengenai pengorbanan Ruben Onsu yang rela berutang Rp10 miliar untuk renovasi rumah Sarwendah. Melalui unggahan di media sosial, Aldi Taher menanggapi kabar tersebut dengan gaya santainya. Komentarnya yang menyentil soal transfer ke Israel sempat memicu beragam reaksi dari warganet, ada yang menganggapnya sebagai candaan, namun ada pula yang kembali menyoroti besarnya pengorbanan Ruben demi keluarganya.
Kisah di balik rumah Cilandak ini semakin kompleks mengingat adanya perbedaan narasi mengenai asal-usul kepemilikan dan pembangunannya. Pihak Sarwendah sebelumnya sempat mengemukakan bahwa rumah tersebut dibeli dan direnovasi melalui hasil usaha Sarwendah sendiri. Namun, keterangan dari pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya memberikan gambaran yang berbeda, yaitu pembelian rumah tua yang kemudian direnovasi besar-besaran menggunakan dana pinjaman bank yang cukup signifikan. Kisah Ruben Onsu beri klarifikasi soal rumah di Cilandak, rela pinjam Rp10 M di bank untuk renovasi ini menjadi sorotan karena besarnya pengorbanan finansial yang dilakukan Ruben.
Kini, rumah yang dulunya menjadi simbol keharmonisan keluarga tersebut justru menjadi bagian dari sengketa yang bergulir. Pengorbanan Ruben Onsu beri klarifikasi soal rumah di Cilandak, rela pinjam Rp10 M di bank untuk renovasi ini menunjukkan betapa besar usahanya dalam memenuhi keinginan keluarga, meskipun kini harus menanggung konsekuensi finansialnya. Keputusan Ruben Onsu beri klarifikasi soal rumah di Cilandak, rela pinjam Rp10 M di bank untuk renovasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang sebenarnya.
