Sulutexpres.com – 14 Agustus 2026 | Miss Universe Kanada baru-baru ini menghadapi kontroversi kultural yang signifikan selama kompetisi tahunan mereka. Ashley Callingbull, Miss Universe Kanada pertama dari komunitas First Nations, menghentikan kompetisi sebelum pengumuman 20 besar untuk mengangkat isu tentang kostum nasional dua kontestan yang dianggap sebagai apropriasi budaya.
Callingbull, yang merupakan bagian dari komunitas Plains Cree dari Enoch Cree Nation, menekankan bahwa elemen-elemen yang digunakan dalam kostum tersebut memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam dan tidak boleh dipresentasikan sebagai kostum tanpa pemahaman atau konteks yang tepat. Ia berharap dengan mengangkat isu ini, Miss Universe Kanada dapat mempelajari dari kesalahan dan bergerak menuju rekonsiliasi.
Kontroversi ini terjadi selama bagian kostum nasional kompetisi di Windsor, Ontario, pada 4 Agustus. Dua kontestan, Karisa Haverkamp dan Jasleen Kaily, memakai kostum yang terinspirasi dari budaya Indigenous, termasuk headdress berbulu, cat wajah merah, mukluks, dan kepang. Callingbull segera menghubungi penyelenggara kompetisi dan menyatakan keprihatinannya tentang kostum tersebut.
Also Read
Organisasi Miss Universe Kanada kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa jika ada kostum yang menyebabkan ofensi, itu tidak pernah menjadi niat mereka. Mereka juga berjanji untuk memperkenalkan pedoman kostum yang lebih komprehensif untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Selain itu, Jaime VandenBerg, Miss Universe Kanada 2025, juga membuat sejarah dengan menggendong putrinya yang baru lahir, Charlotte, saat final walk dan penobatan Miss Universe Kanada 2026. Ini menunjukkan bahwa perempuan dapat mengejar ambisi dan membangun keluarga secara bersamaan.
Kontroversi ini menarik perhatian kembali pada bagaimana budaya Indigenous direpresentasikan dalam kontes kecantikan dan tanggung jawab kompetisi untuk memberikan pedoman yang tepat kepada kontestan saat merancang kostum yang terinspirasi dari tradisi Indigenous.
Miss Universe Kanada berkomitmen untuk memperbarui aturan kostum mereka dan bergerak maju dengan lebih baik setelah insiden ini. Dengan demikian, mereka berharap dapat mempromosikan kesadaran dan penghormatan terhadap budaya Indigenous dan semua budaya yang direpresentasikan dalam kompetisi.






