SULUT, sulutexpres.com -Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui rangkaian kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
Setelah resmi meluncurkan Program Bantuan Studi 2025, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar intervensi sesaat, tetapi merupakan fondasi bagi agenda besar pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada lagi siswa yang terhambat menyelesaikan pendidikan karena masalah biaya.
Ke depan, Pemprov Sulut menyiapkan serangkaian terobosan strategis untuk memperluas cakupan bantuan pendidikan, meningkatkan kualitas layanan sekolah, serta memperkuat sistem pendataan agar setiap kebijakan menyentuh sasaran yang tepat.
Program Bantuan Studi 2025 diproyeksikan menjadi model awal untuk pengembangan Skema Dukungan Pendidikan Terintegrasi, yang mencakup:
1. Perluasan Penerima Bantuan Pemerintah merencanakan penambahan kuota untuk siswa dari keluarga rentan ekonomi, termasuk pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan vokasi.
2. Digitalisasi Sistem Pendidikan Penguatan integrasi data antara Aplikasi Sipintar, Dapodik, dan portal pendidikan daerah agar pendataan semakin akurat, transparan, dan akuntabel.
3. Penguatan Kualitas Sekolah dan Guru Meliputi pelatihan kompetensi, peningkatan fasilitas sekolah, serta pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan.
4. Pendampingan Intensif Bagi Pelajar Kelas Akhir Termasuk bimbingan karier, persiapan melanjutkan kuliah, hingga fasilitasi sertifikasi keterampilan bagi siswa SMK.
“Program ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa setiap anak Sulut memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
“Kita ingin mereka fokus belajar, menyelesaikan sekolah, dan siap menghadapi jenjang berikutnya tanpa terbebani faktor ekonomi.”
Dengan arah kebijakan yang semakin terstruktur, Pemprov Sulut berharap seluruh masyarakat dapat mendukung dan memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Masa depan pembangunan daerah, menurut Gubernur, sangat ditentukan oleh kesiapan generasi mudanya—dan Program Bantuan Studi 2025 menjadi salah satu pijakan utama dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih maju, berdaya saing, dan inklusif.






