Wagub Mailangkay Besuk Proses observasi medis Siswa Dan Guru Diduga Keracunan

Oplus_16908288

MINUT, sulutexpres.com – Kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, ke Rumah Sakit Tonsea dan RS Lembean membawa suasana teduh di tengah kepanikan yang menyelimuti puluhan siswa SMPN 2 Airmadidi. Di ruang perawatan, ia mendekati mereka satu per satu—anak-anak yang masih tampak lemah namun berusaha tersenyum ketika disapa.

Sebagai Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Sulut, Mailangkay menegaskan bahwa dirinya memikul penuh tanggung jawab atas program tersebut. Ia menanyakan langsung keluhan dan kondisi para siswa, memastikan bahwa mereka mendapatkan penanganan terbaik.

“Melihat mereka tersenyum, meski sedang sakit, mengingatkan saya bahwa setiap program yang kita jalankan sekecil apapun selalu bersentuhan dengan kehidupan anak-anak,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman ini menjadi pengingat penting bahwa masyarakat membutuhkan rasa aman, bukan hanya sekadar menerima manfaat dari program pemerintah.

“Karena itu, mari kita jaga bersama program MBG ini. Tujuannya baik, manfaatnya besar. Semua harus merasakan kebaikannya,” tambah Mailangkay.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Airmadidi, Agnes Mantiri, mengungkapkan bahwa terdapat 46 siswa yang diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG.

Sebanyak 41 siswa dirawat di Rumah Sakit Tonsea, sementara 5 siswa lainnya mendapatkan perawatan di RS Lembean.

“Tidak hanya siswa, tiga guru juga ikut terdampak. “Di RS Lembean ada dua guru yang dirawat, dan satu guru dirawat di RS Tonsea,” jelas Mantiri.

Hingga kini proses observasi medis terus berjalan. Pihak sekolah dan pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan cepat, sambil menunggu kepastian hasil laboratorium terkait penyebab utama insiden ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *