Satker OP-SDA BWS Sulawesi I Manado Laksanakan P3TGAI Tahun 2025 : Tahap I 98 % Tuntas dan Diserahterimakan, Tahap 2 Sedang Berprogres

SULUT, SulutExpres.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah bagian dari pelaksanaan Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pencapaian swasembada pangan.

Program ini bertujuan mendukung target swasembada pangan dengan memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur irigasi tersier, seperti memperbaiki saluran irigasi yang bocor agar air dapat tersalurkan dengan baik ke lahan pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kepala Satuan Kerja Operasi & Pemeliharaan SDA BWS Sulawesi I Manado Ronald Parengkuan melalui PPK O&P I Camela Apriani Seroy menerangkan bahwa Pekerjaan Program P3-TGAI di Sulawesi Utara Tahun 2025 dibagi menjadi dua tahap, yaitu Tahap 1 dengan 128 lokasi dan Tahap 2 dengan 24 lokasi.

Lokasi Tahap 1 tersebar di lima wilayah, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa, dan Kota Tomohon. Sedangkan untuk Tahap 2 tersebar di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Bolmong.

Tahap 1: Dari 128 lokasi, 126 lokasi (sekitar 98%) telah selesai dikerjakan dan diserahterimakan.
Tahap 2: Pekerjaan sedang berlangsung (berprogres). Sesuai rencana pekerjaan ini ditargetkan selesai pada Bulan Desember.

“Pekerjaan P3TGAI ini berfokus pada pembangunan atau perbaikan jaringan irigasi tersier, dengan pekerjaan Pasangan batu dan Plesteran,” ujarnya.

Adapun Program P3TGAI memang dirancang dengan filosofi pemberdayaan masyarakat secara partisipatif dan pengelolaan aset secara mandiri.

Pelaksanaan oleh masyarakat/kelompok Sendiri. Program ini bersifat padat karya tunai (PKT), di mana masyarakat setempat atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) adalah pelaksana pekerjaan di lapangan. Ini berarti dana langsung masuk ke masyarakat melalui P3A dan pekerjaannya tidak dipihak ketigakan/di kontraktualkan.

Rasa Kepemilikan (Ownership) : Karena mereka sendiri yang mengerjakan, diharapkan akan timbul rasa kepemilikan yang kuat terhadap saluran irigasi atau infrastruktur air yang dibangun. Ini krusial untuk keberlanjutan program.

Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Mandiri: Tujuan utamanya adalah agar setelah pembangunan selesai dan diserahterimakan, masyarakat dan kelompok tani tersebut secara aktif melakukan pemeliharaan.

Keberlanjutan Manfaat: Aset yang sudah dibangun tidak boleh dibiarkan terbengkalai.
Pemeliharaan yang baik akan memastikan infrastruktur berfungsi optimal dalam jangka panjang, sehingga manfaatnya (seperti peningkatan hasil panen) dapat terus dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar.

(Egen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *