Kontroversi Wasit Berlanjut: Dari Kampungan hingga Pengaruh Handuk, Integritas AFF Diuji!

Kontroversi Wasit Berlanjut: Dari Kampungan hingga Pengaruh Handuk, Integritas AFF Diuji!
Kontroversi Wasit Berlanjut: Dari Kampungan hingga Pengaruh Handuk, Integritas AFF Diuji!

Sulutexpres.com – 16 Agustus 2026 | Dunia sepak bola Indonesia kembali diramaikan dengan perdebatan sengit terkait kepemimpinan wasit. Setelah insiden yang mewarnai laga Piala AFF 2026 antara Indonesia dan Singapura, sorotan kini meluas ke berbagai aspek, mulai dari perilaku pemain di lapangan hingga aturan baru yang berpotensi mengubah taktik tim-tim besar.

Kritik pedas dilontarkan oleh pengamat sepak bola, Tommy Welly alias Bung Towel, terhadap Ivar Jenner, pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Usai Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), Bung Towel menyebut perilaku Jenner sebagai sesuatu yang ‘kampungan’ di pertandingan krusial. “Untuk pemain nasional apalagi dia berasal dari status naturalisasi, saya mau tegas-tegas bilang enggak basa basi, perilaku itu kampungan di pertandingan yang sangat menentukan,” ujar Bung Towel dalam program Apa Kabar Indonesia di tvOne, Sabtu (8/8/2026). Namun, pengamat lain, Hadi Gunawan atau Bung Ahay, pasang badan membela Jenner, menyatakan bahwa perilaku tersebut merupakan karakter orang Eropa yang terbiasa bermain dengan determinasi tinggi.

Sementara itu, di kancah Liga Inggris, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perubahan aturan Premier League terkait penggunaan handuk. Mulai musim baru 2026/2027, pemain tidak lagi diperbolehkan menggunakan handuk untuk mengeringkan bola sebelum melakukan lemparan ke dalam. “Tak bisa menggunakan handuk saja sudah menjadi perubahan besar,” ujar Arteta, yang khawatir hal ini akan mengurangi efektivitas lemparan jauh Arsenal, yang kerap mengandalkan Ben White dan Declan Rice. Aturan ini sebelumnya sempat menjadi perhatian saat Arsenal menghadapi Newcastle musim lalu, di mana penggunaan handuk harus disepakati kedua tim sebelum laga dimulai.

Di La Liga, dua gol penalti menjadi penentu kemenangan dramatis Sevilla atas Rayo Vallecano dengan skor 2-1 dalam laga pembuka musim 2026/2027 di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Minggu (16/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini juga diwarnai kontroversi keputusan wasit. Sevilla sempat tertinggal lebih dulu di menit keempat melalui gol Alvaro Garcia yang memanfaatkan situasi lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi pertahanan tuan rumah. Peluang Sevilla untuk menyamakan kedudukan melalui penalti sempat dibatalkan wasit setelah berkonsultasi dengan VAR. Namun, dua penalti di babak kedua, satu di antaranya berbuah gol penyama kedudukan dan satu lagi di masa injury time yang memastikan kemenangan, menjadi sorotan. Sevilla sendiri harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-88 setelah Kike Salas diganjar kartu merah.

Isu integritas federasi sepak bola di Asia Tenggara kembali mengemuka setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) meminta kepolisian menyelidiki dugaan pengaturan skor, suap, dan perjudian ilegal yang melibatkan sejumlah anggota tim nasional Laos selama Hyundai ASEAN Cup 2026. Kasus ini muncul setelah Laos menelan empat kekalahan beruntun di fase grup. Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai bahwa dugaan ini menjadi ujian serius bagi ASEAN Football Federation (AFF) dalam menjaga kredibilitas kompetisi regional. Ia mengaitkan isu ini dengan kontroversi keputusan wasit pada laga Indonesia vs Singapura sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sorotan terhadap integritas turnamen bisa melebar ke kualitas pengambilan keputusan di lapangan.

Di sisi lain, International Friendly Match antara Persebaya Surabaya melawan Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (15/8/2026) malam WIB berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Persebaya berkat gol semata wayang Walbel Mota. Pertandingan ini berjalan sengit sejak awal, namun kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Persebaya melakukan beberapa pergantian pemain di babak pertama untuk meningkatkan daya serang. Di penghujung babak pertama, terjadi insiden di mana pemain Penang FC, Shahrel, mendapat kartu kuning karena menjatuhkan Tony Firmansyah.

Secara keseluruhan, rentetan peristiwa ini menunjukkan bahwa dunia sepak bola, baik di level internasional maupun domestik, masih menghadapi tantangan besar terkait kepemimpinan wasit dan integritas kompetisi. Dari kritik terhadap perilaku pemain hingga dugaan pengaturan skor, serta perubahan aturan yang memengaruhi taktik tim, semua pihak perlu bekerja keras untuk memastikan olahraga ini tetap menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan.

Related Post

Terbaru