Gennaro Gattuso Langsung Dipecat? Lazio Tumbang Mengejutkan di Coppa Italia Lawan Tim Serie B!

Gennaro Gattuso Langsung Dipecat? Lazio Tumbang Mengejutkan di Coppa Italia Lawan Tim Serie B!
Gennaro Gattuso Langsung Dipecat? Lazio Tumbang Mengejutkan di Coppa Italia Lawan Tim Serie B!

Sulutexpres.com – 17 Agustus 2026 | Pertandingan Lazio vs Mantova di babak 64 besar Coppa Italia musim 2025-2026 berakhir dengan drama yang tak terduga. Lazio, yang bermain di kandang sendiri di Stadion Olimpico, harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari tim Serie B, Mantova. Kekalahan ini tidak hanya memastikan Lazio tersingkir lebih awal, tetapi juga menempatkan manajer baru mereka, Gennaro Gattuso, dalam sorotan tajam sejak awal kariernya bersama Biancocelesti.

Kekalahan ini menjadi awal yang sangat buruk bagi era Gattuso di Lazio. Mantan gelandang legendaris Italia ini mengambil alih posisi Maurizio Sarri yang hengkang ke Atalanta. Debut kompetitif pertamanya sebagai pelatih Lazio justru diwarnai dengan hasil yang mengecewakan. Bagi Gattuso, ini juga menjadi laga pertamanya memimpin tim sejak Italia gagal lolos ke Piala Dunia musim semi lalu.

Pertandingan Lazio vs Mantova berlangsung cukup ketat di babak pertama. Mantova yang bermain tanpa beban mampu merepotkan lini pertahanan Lazio. Meskipun tuan rumah memiliki beberapa peluang, mereka dinilai kurang agresif dalam menyerang. Gattuso sendiri mengakui bahwa timnya menerima pukulan telak dan merasakan kekalahan yang menyakitkan.

“Kami mengalami kekalahan yang menyakitkan, dan saya bertanggung jawab atas hal ini. Sekarang, kami harus menundukkan kepala dan melanjutkan perjuangan,” ujar Gattuso kepada Sportmediaset, seperti dilansir dari Football Italia. Ia menambahkan, “Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami harus terus maju. Kami mohon maaf. Beberapa bulan yang lalu, Lazio berada di final, dan hari ini kami tersingkir oleh tim dari Serie B.”

Gol pertama Mantova tercipta di menit ke-75, berawal dari serangan balik cepat. Simone Trimboli berhasil menerobos pertahanan Lazio dan memberikan umpan kepada Davide Bragatini yang masuk sebagai pemain pengganti. Dari sisi sayap, Bragatini mengirimkan umpan silang akurat ke tiang jauh yang diselesaikan dengan sempurna oleh Francesco Ruocco untuk mengubah skor menjadi 1-0, yang sontak mengejutkan para penonton di Stadio Olimpico.

Drama belum berakhir. Di menit-menit akhir pertandingan, saat Lazio mencoba mengejar ketertinggalan dan bahkan mengirimkan seluruh pemainnya ke depan termasuk kiper Christos Mandas untuk mengambil tendangan sudut, Mantova berhasil memanfaatkan situasi tersebut. Kiper Mantova, Francesco Bardi, berhasil meninju bola keluar dari area penalti. Bola kemudian disodorkan ke depan dan diterima oleh Davide Bragatini. Dengan lini pertahanan Lazio yang kosong melompong, Bragatini mengirimkan umpan terobosan kepada Ismael Cajazzo yang berlari dari lini tengah. Pemain asal Montreal, Kanada, yang merupakan rekrutan baru Mantova dari Casarano, dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong untuk mengunci kemenangan mengejutkan bagi timnya.

Ismael Cajazzo, yang baru berusia 22 tahun, menjadi salah satu bintang dalam pertandingan Lazio vs Mantova ini. Golnya di masa stoppage time menjadi penutup sempurna bagi penampilan gemilang Mantova. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan berat bagi Lazio dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapan tim di bawah asuhan Gennaro Gattuso, yang baru saja memulai tugasnya.

Di sisi lain, hasil ini menempatkan Mantova di babak selanjutnya, di mana mereka akan menunggu pemenang antara Palermo atau Lecce. Kejutan ini menjadi salah satu yang terbesar di putaran awal Coppa Italia, menggarisbawahi bahwa tidak ada tim yang aman dalam kompetisi piala domestik Italia.

Gattuso sendiri mencoba meredam kekecewaan dengan menyatakan bahwa para pemainnya telah bekerja keras, namun butuh waktu untuk menyerap semua ide taktis yang ia terapkan. Ia menekankan pentingnya persatuan dan rasa memiliki dalam tim. Namun, kenyataan tersingkir dari tim Serie B di kandang sendiri tentu menjadi awal yang sangat sulit dan memberatkan bagi sang pelatih baru.

Related Post

Terbaru