Sulutexpres.com – 14 Agustus 2026 | Musim BRI Super League 2026/2027 dipastikan akan menyajikan dinamika persaingan yang unik di kursi kepelatihan. Dari 18 arsitek yang akan memimpin tim-tim peserta, hanya ada satu nama yang menonjol dengan pengalaman mengangkat trofi juara liga di Indonesia: Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal ini, yang kini menakhodai Persebaya Surabaya, menjadi satu-satunya sosok yang pernah merasakan manisnya gelar kampiun liga domestik di antara rekan-rekan sejawatnya.
Konteks ini membuka peta persaingan yang berbeda dari musim-musim sebelumnya. Kehadiran Bernardo Tavares dengan statusnya sebagai pelatih bergelar menjadi pembeda di antara para juru taktik lainnya. Ia pernah membawa PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1 2022/2023, sebuah pencapaian yang belum dapat ditiru oleh pelatih manapun di BRI Super League musim 2026/2027.
Menariknya, kompetisi musim ini akan berjalan tanpa kehadiran beberapa pelatih yang sebelumnya dikenal sebagai sosok tersukses. Bojan Hodak, yang baru saja mengukir sejarah dengan membawa Persib Bandung meraih tiga gelar juara beruntun dari musim 2023/2024, 2024/2025, hingga 2025/2026, kini memilih peran baru. Ia tidak lagi duduk di bangku pelatih kepala, melainkan beralih menjadi Penasihat Teknik (Technical Advisor) untuk Persib Bandung. Posisi pelatih kepala Persib kini dipercayakan kepada Igor Tolic, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih dan akan menjalani musim perdananya memimpin tim di kasta tertinggi.
Also Read
Selain itu, Stefano Cugurra Teco, yang juga memiliki koleksi trofi yang mengesankan dengan membawa Persija Jakarta juara Liga 1 2018, serta Bali United juara Liga 1 2019 dan 2021/2022, tidak lagi menghiasi kompetisi level teratas. Teco terakhir kali menukangi Barito Putera pada musim 2025/2026 di kompetisi level kedua. Kepergian para pelatih berpengalaman ini membuka ruang bagi para pendatang baru untuk unjuk gigi.
Musim 2026/2027 akan menjadi panggung bagi sejumlah nama yang disebut sebagai debutan di posisi pelatih kepala dalam kompetisi Indonesia. Shin Tae-yong dan Oscar Bruzon adalah dua di antaranya yang akan memulai langkah pertama mereka sebagai nahkoda tim di liga kasta tertinggi. Bruzon sendiri baru saja menggantikan Paul Munster di Bhayangkara FC. Kehadiran mereka bersama Igor Tolic, yang naik dari posisi asisten, diprediksi akan menambah sengitnya persaingan gelar.
Bernardo Tavares, dengan pengalamannya yang terbukti, tentu akan menjadi salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan. Kepindahannya ke Persebaya Surabaya diharapkan membawa angin segar dan ambisi meraih gelar juara. Pelatih asal Portugal ini tidak hanya membawa rekam jejak juara, tetapi juga harapan besar dari para pendukung, khususnya Bonek, untuk kembali melihat Persebaya berprestasi. Ia sendiri telah menyatakan harapannya agar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) selalu penuh saat Persebaya melakoni laga kandang, demi memberikan dukungan maksimal bagi tim.
Dukungan penuh dari suporter menjadi salah satu faktor penting yang disadari Bernardo Tavares. Ia menekankan bahwa kehadiran Bonek di stadion adalah cara terbaik untuk mengapresiasi perjuangan para pemain. Pertandingan persahabatan internasional melawan Penang FC pada 15 Agustus mendatang di GBT menjadi ajang pemanasan sekaligus pembuktian awal bagi Tavares untuk melihat antusiasme suporter.
Dengan komposisi pelatih yang segar dan absennya beberapa nama besar yang pernah meraih banyak gelar, BRI Super League 2026/2027 membuka lembaran baru. Pertanyaan besar kini tertuju pada apakah para debutan seperti Shin Tae-yong, Igor Tolic, dan Oscar Bruzon mampu memberikan kejutan dan bersaing menjadi penantang gelar, ataukah pengalaman dan status juara yang dimiliki Bernardo Tavares akan kembali terbukti dominan.





