Sulutexpres.com – 03 Agustus 2026 | Pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa do Brasil 2026 antara Internacional dan Corinthians di Estádio Beira-Rio, Porto Alegre, pada Minggu (2/8), tidak hanya diwarnai drama di lapangan, tetapi juga tensi tinggi antara pemain dan ofisial pertandingan. Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Internacional tampaknya belum cukup meredakan kekecewaan kubu Corinthians, terutama terkait kepemimpinan wasit Alex Gomes Stefano.
Pemain tengah Corinthians, Rodrigo Garro, menjadi sorotan setelah secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap perlakuan wasit selama pertandingan internacional vs corinthians tersebut. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Garro memilih untuk menahan diri agar tidak menyampaikan detail percakapannya dengan sang pengadil, demi menghindari sanksi kartu merah.
“Saya tidak akan membicarakan apa yang terjadi, bagaimana wasit memperlakukan kami, apa yang dia katakan. Rasa hormat harus berlaku untuk semua orang: kami terhadap wasit, dan wasit terhadap kami, agar sepak bola Brasil menjadi lebih baik,” ujar Garro dengan nada tegas. Ia menambahkan, “Saya tidak akan bicara [apa yang wasit katakan kepada pemain], saya akan menyimpannya untuk diri sendiri. Saya tidak mau bicara, karena saya bisa dikeluarkan karena bicara.”
Also Read
Sebelum Garro memberikan komentarnya, kiper Corinthians, Hugo Souza, sempat terlihat berusaha mendekati reporter André Hernan dari Amazon Prime Video. Hugo Souza dilaporkan ingin menyampaikan pernyataan wasit kepada gelandang Matheus Pereira. Namun, upayanya dihalangi oleh anggota staf teknis dan rekan-rekannya sebelum ia sempat berbicara kepada tim siaran.
Di sisi lapangan, Internacional berhasil memanfaatkan momentum dan tampil dominan di babak kedua. Gol pembuka dicetak oleh Matheus Bahia pada menit ke-15 babak kedua, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Keunggulan tuan rumah digandakan melalui tendangan penalti Alan Patrick pada menit ke-21, yang sukses mengecoh Hugo Souza. Kemenangan ini memberikan keunggulan signifikan bagi Internacional dalam menghadapi leg kedua.
Kemenangan 2-0 atas Corinthians ini juga mengakhiri rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan bagi Internacional pasca-Piala Dunia. Hasil ini menjadi sangat krusial bagi tim berjuluk ‘Colorado’ tersebut, mengingat mereka sedang menghadapi tekanan dan berada dalam periode sulit di liga domestik (Brasileirão). Copa do Brasil kini menjadi salah satu target utama mereka untuk mengamankan tiket ke kompetisi antarklub Amerika Selatan musim depan, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi bek tengah Guillermo Maripán yang tampil penuh selama 90 menit dan merasa nyaman dalam kemenangan perdananya bersama Internacional.
Pertandingan internacional vs corinthians ini menyisakan pekerjaan berat bagi tim asuhan Mano Menezes. Mereka harus membalikkan keadaan saat bertandang ke Neo Química Arena pada leg kedua, Kamis (6/8). Internacional hanya perlu mempertahankan keunggulan agregat, bahkan bisa tersingkir jika kalah dengan selisih lebih dari dua gol di kandang Corinthians. Sementara itu, Corinthians wajib menang minimal dengan selisih tiga gol untuk lolos secara normal, atau menang dua gol untuk memaksa adu penalti. Pertemuan kedua tim di leg kedua ini diprediksi akan kembali menyajikan tensi tinggi, mengingat apa yang terjadi pada pertandingan pertama internacional vs corinthians.
Secara keseluruhan, Internacional menunjukkan performa yang lebih menjanjikan di babak kedua. Gol-gol dari Matheus Bahia dan Alan Patrick menjadi bukti efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang. Kegagalan Corinthians memanfaatkan beberapa kesempatan di babak pertama, termasuk peluang dari Breno Bidon dan Garro, menjadi catatan penting bagi tim ‘Timão’. Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit pun semakin menambah aroma panas pada duel internacional vs corinthians ini.






