Fantastis! Malaysia Incar Tuan Rumah Piala Dunia, Spanyol Juara 2026 Raih Rp900 Miliar!

Author Image

Terbit

20 Juli 2026, 11:30 WIB

Fantastis! Malaysia Incar Tuan Rumah Piala Dunia, Spanyol Juara 2026 Raih Rp900 Miliar!
Fantastis! Malaysia Incar Tuan Rumah Piala Dunia, Spanyol Juara 2026 Raih Rp900 Miliar!

Sulutexpres.com – 20 Juli 2026 | Persepakbolaan global tengah diramaikan dengan berbagai berita mengejutkan. Di tengah euforia Spanyol yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, Malaysia tak mau ketinggalan mematok ambisi besar. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, secara terbuka mengungkapkan mimpinya untuk menjadikan Negeri Jiran sebagai tuan rumah Piala Dunia di masa depan. Tak hanya itu, ia juga berharap Timnas Malaysia mampu menembus putaran final dan menjadi wakil Asia Tenggara yang unjuk gigi di ajang terbesar sepak bola dunia ini. Pernyataan ini disampaikan Ahmad Zahid saat menghadiri acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Bangi Square 2, Malaysia, yang juga dihadiri ratusan pecinta sepak bola dan legenda Timnas Malaysia.

Ambisi Malaysia ini seolah menjadi penyeimbang kabar dari ajang Piala Dunia 2026 itu sendiri. Spanyol sukses keluar sebagai juara setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai final. Kemenangan ini tidak hanya memberikan trofi prestisius bagi La Furia Roja, tetapi juga hadiah uang tunai yang fantastis. FIFA mencatat bahwa Spanyol berhak membawa pulang hadiah sebesar USD 51,5 juta, atau setara dengan Rp900 miliar, yang merupakan akumulasi dari hadiah utama sebesar USD 50 juta ditambah dana kontribusi persiapan. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan hadiah juara di edisi-edisi sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan nilai finansial turnamen dari tahun ke tahun.

Sebagai gambaran, pada Piala Dunia 1982, Italia sebagai juara hanya membawa pulang USD 2,2 juta. Angka tersebut terus meroket hingga akhirnya Spanyol di tahun 2026 ini memecahkan rekor dengan hadiah mencapai USD 51,5 juta. Argentina, yang harus puas sebagai runner-up, juga tidak pulang dengan tangan kosong, mereka menerima USD 34 juta. Secara keseluruhan, FIFA mengalokasikan total hadiah sebesar USD 871 juta atau sekitar Rp15,6 triliun untuk Piala Dunia 2026, yang dibagikan kepada seluruh 48 negara peserta. Nilai ini merupakan distribusi hadiah terbesar sepanjang sejarah turnamen, termasuk tambahan dana lebih dari USD 100 juta yang disetujui FIFA untuk membantu biaya penyelenggaraan dan akomodasi.

Bahkan, setiap tim peserta Piala Dunia 2026 dipastikan menerima minimal USD 12,5 juta, yang terdiri dari USD 10 juta untuk partisipasi dan fase grup, serta USD 2,5 juta untuk biaya persiapan. Skema pembayaran di muka ini diterapkan FIFA untuk meminimalisir potensi perselisihan antara federasi dan pemain.

Di tengah impian besar Malaysia untuk menjadi tuan rumah dan tampil di Piala Dunia, perkembangan Timnas Malaysia di peringkat dunia FIFA juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Harimau Malaya kini menempati posisi ke-136 dunia dengan 1.086,22 poin, naik dua tingkat dari posisi sebelumnya. Meskipun jalan menuju Piala Dunia masih panjang, pernyataan Ahmad Zahid Hamidi memberikan sinyal kuat tentang visi besar Malaysia untuk memajukan sepak bola nasional ke level yang lebih tinggi.

Perkembangan peringkat dunia FIFA ini menjadi salah satu indikator penting bagi tim nasional untuk mengukur kemajuan mereka. Dengan adanya target menjadi tuan rumah dan lolos ke putaran final, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tentu akan terus berupaya meningkatkan kualitas kompetisi domestik dan pembinaan pemain muda. Peningkatan performa di peringkat dunia FIFA menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program-program yang dijalankan.

Sementara itu, penghargaan individu Piala Dunia 2026 juga telah diumumkan. Rodri dari Spanyol meraih Bola Emas adidas (Golden Ball), Lionel Messi dari Argentina meraih Bola Perak adidas (Silver Ball), dan Kylian Mbappe dari Prancis meraih Bola Perunggu adidas (Bronze Ball). Para pemain hebat ini, meskipun tidak menerima gaji langsung dari FIFA, namun memperoleh insentif melalui federasi masing-masing. Menariknya, beberapa pemain seperti skuad Inggris dan Kylian Mbappe bahkan memilih menyumbangkan honor mereka untuk kegiatan amal, menunjukkan sisi kemanusiaan di balik gemerlap turnamen akbar ini. Dengan semakin berkembangnya sepak bola internasional dan peningkatan hadiah yang signifikan, persaingan di peringkat dunia FIFA diprediksi akan semakin ketat, mendorong negara-negara seperti Malaysia untuk terus berbenah dan mengejar mimpi mereka.

Meskipun demikian, perjalanan Malaysia untuk bersaing di kancah internasional, termasuk memperbaiki peringkat dunia FIFA, memerlukan kerja keras dan strategi jangka panjang. Dukungan dari pemerintah, federasi, serta masyarakat pecinta sepak bola akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ambisi besar tersebut. Piala Dunia 2026 telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui persiapan matang dan komitmen yang kuat.

Related Post

Terbaru