Terungkap! Makna Mendalam di Balik Baju Adat Rote Gibran Rakabuming Raka saat HUT ke-81 RI, Ternyata Simbol Keperkasaan dan Kepemimpinan

Author Image

Terbit

17 Agustus 2026, 14:42 WIB

Terungkap! Makna Mendalam di Balik Baju Adat Rote Gibran Rakabuming Raka saat HUT ke-81 RI, Ternyata Simbol Keperkasaan dan Kepemimpinan
Terungkap! Makna Mendalam di Balik Baju Adat Rote Gibran Rakabuming Raka saat HUT ke-81 RI, Ternyata Simbol Keperkasaan dan Kepemimpinan

Sulutexpres.com – 17 Agustus 2026 | JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). Kali ini, Gibran Rakabuming Raka tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sarat akan makna filosofis.

Pakaian adat Rote yang dikenakan Gibran bukanlah sekadar busana biasa. Kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan di bahunya memiliki motif ‘Hua Peni’. Motif ini, menurut para ahli budaya, menggambarkan keluhuran dan keteraturan dalam kehidupan adat masyarakat Rote. Lebih lanjut, garis-garis tegas berwarna merah marun yang mendominasi corak kain tersebut merepresentasikan keberanian, semangat hidup yang membara, serta penghargaan yang tinggi terhadap para leluhur.

Tak hanya itu, penampilan Gibran semakin lengkap dengan penggunaan ‘Ti’i Langga’ sebagai penutup kepala. Aksesori khas Suku Rote ini terbuat dari daun lontar yang dikeringkan dan dianyam secara tradisional. Ti’i Langga bukan sekadar hiasan kepala, melainkan sebuah simbol yang kuat, melambangkan keperkasaan, kehormatan, serta jiwa kepemimpinan yang tangguh. Pemilihan busana ini menunjukkan komitmen Gibran Rakabuming Raka dalam melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Kehadiran Gibran dalam balutan busana adat Rote ini selaras dengan tema peringatan HUT ke-81 RI, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemilihan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Rote, menjadi penegasan akan semangat keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.

Sementara itu, momen peringatan HUT ke-81 RI ini juga diwarnai dengan kehangatan hubungan antarpejabat negara. Presiden RI, Prabowo Subianto, terlihat akrab berbincang dan tertawa lepas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat menyaksikan atraksi udara yang memukau di langit Jakarta. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, bahkan mengungkapkan bahwa keakraban mereka seringkali terjalin erat, bahkan tak jarang menggunakan sebutan “bestie” di media sosial.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga terlihat melepas karnaval malam merdeka di kawasan Monumen Nasional (Monas). Dalam acara tersebut, Gibran tampil mengenakan kemeja berwarna merah, sementara Presiden Prabowo mengenakan kemeja cokelat dan peci hitam. Keduanya tampak antusias menyapa para peserta karnaval sambil membawa bendera Merah Putih.

Pemilihan busana adat oleh Gibran Rakabuming Raka dan keluarganya, termasuk sang istri Selvi Ananda yang mengenakan pakaian adat Ta’a Dayak Kenyah, bukan hanya sekadar penampilan, melainkan sebuah pernyataan budaya. Ibu Selvi, dengan busana bermotif kalong aga yang melambangkan kesederhanaan berwibawa, kekuatan, kepercayaan diri, serta keterikatan dengan alam dan leluhur, juga turut memperkaya narasi keberagaman dalam perayaan kemerdekaan.

Secara keseluruhan, partisipasi Gibran Rakabuming Raka dalam peringatan HUT ke-81 RI dengan mengenakan pakaian adat Rote menegaskan kembali pentingnya menjaga dan merayakan warisan budaya bangsa sebagai salah satu pilar kekuatan Indonesia. Makna mendalam di balik setiap motif dan aksesori busana adat tersebut menjadi pengingat akan kekayaan tradisi dan semangat persatuan yang harus terus dijaga.

Related Post

Terbaru