Cedera Marselino Ferdinan Guncang Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Ungkap Kondisi Sang Bintang

Author Image

Terbit

27 Juli 2026, 02:39 WIB

Cedera Marselino Ferdinan Guncang Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Ungkap Kondisi Sang Bintang
Cedera Marselino Ferdinan Guncang Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Ungkap Kondisi Sang Bintang

Sulutexpres.com – 27 Juli 2026 | Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memberikan pernyataan terkini mengenai kondisi gelandang andalannya, Marselino Ferdinan, menjelang laga perdana Grup A Piala AFF 2026 melawan Kamboja. Perkembangan cedera Marselino menjadi perhatian utama tim kepelatihan jelang turnamen yang sangat dinanti ini.

Marselino Ferdinan, pemain berusia 21 tahun yang menjadi salah satu pilar penting Skuad Garuda, dilaporkan mengalami cedera pasca menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali. Kabar ini mulai beredar luas di media sosial setelah sang pemain terlihat menggunakan tongkat saat rombongan Timnas Indonesia bertolak menuju Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, John Herdman membenarkan bahwa Marselino mengalami cedera akibat benturan dalam sesi latihan. “Kami sedang memantau Marselino saat ini. Dia mengalami sedikit benturan dalam salah satu latihan kami,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Kamboja, Minggu (26/7/2026). Kondisi Marselino saat ini terus dipantau oleh tim kepelatihan, dan ia dijadwalkan menjalani tes kebugaran untuk memastikan kesiapannya tampil melawan Kamboja.

Laga perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 dijadwalkan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin (27/7/2027) pukul 20.30 WIB. Namun, ketidakpastian kondisi Marselino menambah catatan kekhawatiran bagi skuad Garuda.

Di sisi lain, John Herdman juga membuat keputusan strategis dengan membawa dua striker muda tanpa caps sebagai andalan di lini depan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Jens Raven (21 tahun) dan Mitchell Baker (19 tahun), yang merupakan pemain naturalisasi berdarah Indonesia, diberi kesempatan untuk membuktikan diri. Keputusan ini diambil setelah Herdman mencoret enam striker yang sempat mengikuti pemusatan latihan tahap pertama.

Keputusan John Herdman untuk mengandalkan pemain muda tanpa pengalaman internasional sebelumnya ini menunjukkan kepercayaan pada potensi regenerasi tim. Jens Raven, yang telah mencetak satu gol di Super League 2025-2026 bersama Bali United, dan Mitchell Baker, yang baru saja memperoleh status WNI, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.

Nadeo Argawinata, kiper Timnas Indonesia, menegaskan bahwa skuad Garuda datang dengan tekad besar untuk mengakhiri penantian panjang juara Piala AFF. “Selama 30 tahun Indonesia mengikuti Piala AFF, kita memang belum pernah menjadi juara. Dengan hadirnya Coach John Herdman sekarang dan semua hal yang beliau bawa, fokus kami selama menjalani pemusatan latihan di Bali adalah membangun koneksi antarpemain, antara pemain dengan pelatih, dan dengan seluruh orang yang berada di dalam tim,” kata Nadeo.

Nadeo menambahkan bahwa pelatih John Herdman terus menanamkan pentingnya membangun fondasi tim yang kuat. Kebersamaan, komunikasi, dan saling percaya menjadi aspek yang terus dibangun agar permainan tim semakin solid. “Fondasi itu memang sangat penting bagi tim nasional kita saat ini. Kalau bicara target, tentu saja kami ingin menjadi juara. Setelah 30 tahun mengikuti Piala AFF tanpa gelar, tentu kami semua ingin membawa pulang trofi itu. Kami percaya terhadap proses yang sedang dijalani, dan semoga impian tersebut bisa terwujud pada edisi kali ini,” ujarnya.

Meskipun Kamboja telah memainkan laga pembuka melawan Singapura, Herdman tidak ambil pusing dan fokus pada pengembangan kekuatan timnya. Ia mengakui Kamboja memiliki keuntungan karena sudah bermain di turnamen tersebut, namun tetap menekankan pentingnya identitas taktis, koneksi antar pemain, kekompakan, dan semangat tim. “Kamboja sudah memainkan satu pertandingan di turnamen ini. Mereka berada dalam ritme yang baik dan siap bertanding. Bagi kami, fokusnya adalah pada identitas taktis kami, koneksi kami, kekompakan kami, semangat kami, dan kemudian hanya untuk percaya bahwa jika kami memberikan yang terbaik yang bisa kami berikan saat ini, kami akan baik-baik saja,” tegas Herdman.

Herdman juga mengingatkan agar timnya mewaspadai permainan disiplin Kamboja yang terorganisir dengan baik. “Kami melihat Kamboja bermain. Mereka adalah tim yang terorganisir dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit,” katanya. Namun, ia kembali menegaskan bahwa fokus utama tetap pada membangun identitas permainan yang telah dirancang sejak TC di Bali.

Pertandingan perdana melawan Kamboja menjadi kesempatan berharga bagi Timnas Indonesia untuk memperkuat chemistry dan penerapan taktik yang dikembangkan. Kemenangan di laga pembuka ini akan menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya di Piala AFF 2026.

Related Post

Terbaru