Euforia Spanyol Juara Dunia: Pesta di Madrid, Gavi dan Aksi Panas di Final!

Euforia Spanyol Juara Dunia: Pesta di Madrid, Gavi dan Aksi Panas di Final!
Euforia Spanyol Juara Dunia: Pesta di Madrid, Gavi dan Aksi Panas di Final!

Sulutexpres.com – 21 Juli 2026 | MADRID – Spanyol merayakan gelar Piala Dunia kedua mereka dengan gegap gempita. Jalanan Madrid dipenuhi lautan manusia yang tumpah ruah menyambut para pahlawan sepak bola mereka. Di tengah euforia yang membuncah, sosok muda Pablo Gavi turut menjadi sorotan, tidak hanya karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga karena momen-momen tak terlupakan pasca-pertandingan.

Perayaan akbar ini dimulai sejak Senin, sehari setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina dalam laga final yang mendebarkan di New Jersey, Minggu (20/7/2026). Bus tingkat berhias tulisan ‘Kings of the World’ dan dua bintang raksasa mengangkut para pemain menelusuri jalanan ibu kota Spanyol yang disesaki hampir dua juta penggemar. Sorak-sorai, nyanyian, dan kibaran bendera merah-kuning menjadi orkestra kebahagiaan yang menggema di seluruh penjuru kota.

Banyak penggemar yang rela datang dari berbagai penjuru, bahkan dari luar negeri, demi menyaksikan langsung parade juara timnas mereka. Fran Carratala (34) yang datang dari Catalonia mengungkapkan antusiasmenya, “Kami penuh semangat untuk (mewujudkan) mimpi menjadi juara dunia.” Hal senada diungkapkan Daniel Gaona (44) yang sengaja terbang dari Estonia, “Semua orang gila. Suasananya sangat bagus. Orang-orang sangat bahagia. Tidak ada masalah, hanya banyak kebahagiaan.” Ia menambahkan, “Ini adalah sesuatu yang harus Anda alami di sini untuk merasakannya.”

Para pemain La Roja, dengan kaus bertuliskan “We are champions” (Kami adalah juara), melambaikan tangan kepada lautan penggemar dan sesekali melemparkan bola. Beberapa pemain, seperti Borja Iglesias, bahkan turut memeriahkan suasana dengan memainkan musik di atas bus. Kemeriahan ini semakin lengkap dengan kehadiran Raja Felipe dan Perdana Menteri Pedro Sanchez yang turut hadir di final dan menyambut para pemain sebelum parade.

Namun, di balik euforia kemenangan, terselip cerita panas dari partai final. Insiden yang melibatkan pemain Argentina, Leandro Paredes, terhadap beberapa pemain Spanyol, termasuk Pablo Gavi, memicu investigasi dari FIFA. Paredes dilaporkan melakukan tindakan agresif pasca-pertandingan, yang berujung pada protes dan permintaan dari pemain Spanyol.

Dalam perayaan di atas bus, para pemain Spanyol menunjukkan sikap jenaka menanggapi insiden tersebut. Mereka memamerkan spanduk bertuliskan “Velada del año VII: Paredes vs. Gavi”, sebuah sindiran yang merujuk pada acara tinju amal yang populer di Spanyol, “La Velada del Año”, yang diselenggarakan oleh streamer Ibai Llanos. Spanduk ini, yang sempat diperlihatkan Lamine Yamal kepada Pablo Gavi, sontak menjadi viral dan mengundang tawa sekaligus apresiasi dari para penggemar atas cara Spanyol merespons provokasi.

Insiden tersebut tidak hanya mendapat sorotan dari media internasional, tetapi juga memicu kekecewaan di kalangan penggemar sepak bola. Seorang warga Pontianak, Kalimantan Barat, Dika (28), mengungkapkan kekecewaannya atas sikap pemain Argentina yang dinilai tidak profesional. “Sangat mengecewakan melihat tim sekaliber Argentina menunjukkan performa dan sikap yang jauh dari profesionalisme,” ujarnya.

FIFA dilaporkan akan menyelidiki perilaku pemain Argentina menyusul insiden yang terjadi setelah peluit akhir pertandingan. Beberapa pemain, termasuk Leandro Paredes, Thiago Almada, dan Nahuel Molina, disebut-sebut terlibat dalam keributan dengan pemain Spanyol. Tindakan Paredes yang menendang dan mendorong Gavi, serta insiden lain yang melibatkan Nahuel Molina dan Rodri, serta anggota staf pelatih Argentina, akan menjadi bahan evaluasi FIFA untuk menentukan sanksi yang mungkin diberikan.

Sementara itu, di atas bus perayaan, para pemain Spanyol juga terlihat merayakan kemenangan dengan iringan musik dari penyanyi populer, Bad Bunny. Momen-momen kebersamaan dan kegembiraan ini menunjukkan kekompakan tim yang berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia.

Kemenangan Spanyol ini dinilai sebagai “kemenangan bagi sepak bola” oleh banyak pengamat. Statistik menunjukkan dominasi mereka selama pertandingan, dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan 20 tembakan ke gawang. Gol dramatis Ferran Torres di babak perpanjangan waktu menit ke-106 menjadi penentu kemenangan bersejarah bagi La Roja.

Related Post

Terbaru