Proyek Revitalisasi SMK dan SMA di Sulut Ditargetkan Rampung 15 Desember, Mayoritas Capai Progres 80–90 Persen

MANADO, sulutexpres.com – Sejumlah kepala sekolah penerima Dana Revitalisasi Tahun 2025 dari Kemendikdasmen menyatakan optimisme bahwa seluruh pekerjaan fisik akan selesai tepat waktu pada 15 Desember 2025. Optimisme ini muncul karena sebagian besar progres pembangunan telah mencapai 80 hingga 90 persen, meski masih terdapat beberapa sekolah yang progresnya berada di bawah 70 persen akibat belum cairnya sisa anggaran 30 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan kepala sekolah penerima dana revitalisasi saat dikonfirmasi secara terpisah oleh Jurnalis Sumikolah Sulut, Rabu (3/12). Para kepala sekolah yang diwawancarai antara lain:
SMK
• SMK Negeri 1 Bitung – Drs. Christo Lewan, M.Pd.
• SMK Negeri 1 Amurang – Jeivi Maliangkay, S.Pd.
• SMK Negeri 1 Tumpaan, Minsel – Freddy Lengkong
• SMK Negeri 3 Tondano – Imelda Monik, S.Pd., M.Pd.
SMA
• SMA Negeri 1 Tompaso, Minahasa – Jendry Paendong, S.Pd., MAP
• SMA Negeri 1 Kotamobagu – Masyuri Podomi, S.Pd.

Menurut Christo Lewan, Jeivi Maliangkay, dan Imelda Monik, sekolah mereka telah menerima pencairan sisa dana 30 persen sehingga pekerjaan fisik dapat dipercepat. Progres kini berada pada kisaran 80–90 persen.

Di SMK Negeri 1 Bitung, progres mencapai 90 persen untuk proyek senilai lebih dari Rp 3,8 miliar. Pekerjaan meliputi pembangunan 11 toilet di tiga titik, ruang praktik siswa, ruang kelas, area praktik kuliner, minimarket, hingga rehabilitasi ruang kelas yang sempat terbakar.

“Saya optimis tuntas pada 15 Desember 2025,” tegas Kepsek Lewan.

SMK Negeri 1 Amurang yang memperoleh anggaran Rp 4,4 miliar juga melaporkan progres 78 persen setelah sisa dana 30 persen cair. Kepsek Maliangkay menyatakan seluruh pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai spesifikasi.
Untuk SMK Negeri 3 Tondano, progres hampir 100 persen, menyisakan sedikit bagian finishing. Dengan nilai proyek sekitar Rp 2,5 miliar, pihak sekolah memastikan seluruh pekerjaan akan rampung sebelum tenggat waktu.

Sementara itu, SMK Negeri 1 Tumpaan mencatat progres 70–80 persen, namun masih menunggu pencairan sisa dana 30 persen dari total anggaran Rp 2,5 miliar.

“Kami berharap Jumat, 5 Desember sudah bisa cair,” ujar Kepsek Freddy Lengkong.

Di jenjang SMA, SMA Negeri 1 Tompaso baru mencapai progres 60 persen karena dana lanjutan 30 persen belum dicairkan. Hal serupa terjadi pada SMA Negeri 1 Kotamobagu, di mana Kepala Sekolah Masyuri Podomi berharap pencairan segera dilakukan dalam pekan ini.

Para kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh pekerjaan revitalisasi dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan regulasi. Laporan perkembangan proyek dikirim setiap minggu kepada Kemendikdasmen sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi.

“Pengawasan ketat dilakukan setiap minggu dan semua pekerjaan berjalan sesuai rencana,” ujar Christo Lewan dan Imelda Monik.

Dengan target penyelesaian 15 Desember, para kepala sekolah optimis bahwa seluruh proyek revitalisasi akan rampung tepat waktu selama pencairan sisa anggaran dapat segera dilakukan, terutama bagi sekolah yang masih menunggu dana tahap akhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *