BWS Sulawesi I Sementara Kerjakan Pembangunan Pengaman Pantai Batu Pinagut Kabupaten Bolmut (Tahap I) (SBSN) Tahun 2025

SULUT, SulutExpres.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA) sementara melaksanakan Pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Batu Pinagut, Boroko, Kuala Utara, Kab Bolang Mongondow Utara (Tahap I) (SBSN) Tahun 2025.

Diketahui, Pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Batu Pinagut Tahun 2025, saat ini on the track mengindikasikan bahwa progres fisik dan keuangan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

Hal ini diutarakan Kepala SNVT PJSA Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Alfian Palisungan melalui Koordinator Teknik SNVT PJSA Yobianto Tamarengki, dalam keterangannya kepada media.

“Saat ini pekerjaan pembangunan aman dan tidak ada kendala teknis, mudah-mudahan berjalan lancar sesuai waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak,” imbuhnya, Rabu (30/07/2025), dikantornya.

Adapun, Penyedia Jasa melaksanakan pekerjaan secara profesional dan progres yang dicapai melampaui target. Saat dihubungi progres sudah diatas 50 % terhitung Tanggal 27 Juli Tahun 2025.

“Untuk item-item pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Batu Pinagut Tahun 2025 strukturnya sama dengan Tahun 2024 yaitu pekerjaan revetment meliputi pemasangan buis beton dan batu boulder sepanjang kurang lebih 600 meter dan juga ada pembangunan tambatan perahu untuk mengakomodir permintaan masyarakat nelayan disana,” terangnya.

Tujuan pekerjaan ini adalah untuk melindungi area pemukiman dan daratan pantai dari abrasi, serta mengamankan masyarakat pesisir dari ancaman gelombang dan banjir rob. Pekerjaan ini juga bertujuan untuk mengendalikan abrasi dan menjaga stabilitas garis pantai.

Selain itu, pantai tersebut merupakan pantai wisata yang bisa menarik banyak wisatawan karena keindahan estetika dan dampak booming kunjungan Tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pantai tersebut memiliki daya tarik yang kuat dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah sekitar melalui pariwisata.

Harapan dari pembangunan ini adalah selain fungsi pengendalian abrasi berjalan baik, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata. Peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong pertumbuhan jumlah penjual dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan UMKM di daerah tersebut.

 

(Egen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *