SULUT, SulutExpres.com – Program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip 3R: Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang) (TPS 3R) Tahap 1 Tahun Anggaran 2025 akan dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara.
“Insyaallah besok akan dilakukan penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS) dengan pihak Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP),” ungkap PPK Sanitasi Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara Ridwan R, ST.,MT. Kamis (31/07/2025), dikantornya.
Sebagaimana dijelaskan bahwa Anggota Komisi V DPR RI Dra Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow bersama dengan Tim T.A. DPR RI sudah mengusulkan dan memberikan bantuan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) untuk masyarakat Bolaang Mongondow di Tahun 2025.
“Untuk Tahap I ada 5 Desa yang mendapatkan bantuan IBM Sanimas dan 1 Desa yang menerima TPS3R semuanya itu berada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Adapun yang akan mendapatkan Program Sanimas antara lain Desa Doloduo, Desa Muntoi, Desa Lolan, Desa Ambang 2, Desa Bolaang I, sedangkan Desa Inobonto akan menerima TPS3R,” bebernya.
Ridwan berharap pekerjaan program Sanimas dan TPS3R dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu agar masyarakat dapat segera memanfaatkan fasilitas yang dibangun.
Tujuan program Sanimas adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan higienis dengan menyediakan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah.
“Hal ini dilakukan dengan cara mendorong masyarakat untuk buang air besar di tempat yang seharusnya (jamban) dan menjauhi praktik buang air besar sembarangan (BABS). Dengan demikian, program Sanimas bertujuan untuk mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk, seperti malaria dan stunting,” ujarnya.
Ditambahkan, TPS3R bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Jadi TPS3R lebih fokus pada pengelolaan sampah, sedangkan Sanimas lebih fokus pada pengelolaan limbah, terutama limbah cair,” jelasnya.
(Egen)






