Gelar Festival Syariah, BI Dorong Ekonomi dan Keuangan Syariah

SULUT, sulutexpres.com – Pagelaran Syariah Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara gencar mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Bumi Nyiur Melambai.

Hal itu didedikasikan dengan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar Sulut 2022) yang digelar di atrium Megamall Manado, Sabtu (16/7/2022).

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, BI secara aktif turut mendorong berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Kebijakan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu bauran kebijakan BI
untuk menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Arbonas pada penutupan Gebyar Puncak Road to FESyar Sulut 2022.

Kebijakan BI, sambung Arbonas diwujudkan dalam 3 program utama, yakni pada
pengembangan ekonomi syariah dengan mengembangkan ekosistem halal value chain pada industri halal nasional. “Hal ini untuk mendorong produk-produk halal seperti makanan halal, fesyen muslim, maupun pariwisata halal dapat dipasarkan kepada konsumen luar negeri yang mendorong ekspor dan surplus devisa,” ujarnya.

BI juga melakukan pendalaman pasar keuangan syariah antara lain melalui penerbitan sejumlah instrumen di pasar uang syariah. Serta, melakukan kampanye untuk mendorong halal lifestyle, yang mendukung halal value chain, diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar).

Sebagai salah satu Co-Host FESyar di Kawasan Timur Indonesia, KPw BI Sulut
melaksanakan Road to FESyar dengan mengangkat tema Enhancing Green Economy Through Halal Lifestyle.

Pemilihan tema tersebut mempertimbangkan salah satu prinsip yang dicanangkan dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yaitu menjunjung tinggi nilai keadilan dan berkelanjutan. Konsep berkelanjutan juga sejalan dengan Green Economy Initiative yang diluncurkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) sejak tahun 2008 yang mendorong pembuat kebijakan secara global untuk mendukung investasi lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut turut mendukung konsep Triple Bottom Line (3Ps) yaitu profit, people, planet yang mengharuskan perusahaan
berkomitmen untuk mengukur dampak sosial dan lingkungan, di samping kinerja keuangan, sehingga perusahaan tidak hanya berfokus pada menghasilkan laba.

Diketahui, Road to FESyar di Kawasan Megamall Manado digelar dengan sejumlah kegiatan, yaitu Pojok Halal dan Kompetisi Syariah. Pojok Halal diselenggarakan setiap hari selama bulan Ramadhan yang terdiri dari showcasing produk kuliner UMKM binaan Bank Indonesia, konsultasi wirausaha bersama Klinik Wirausaha Certified WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia), konsultasi gratis terkait legalitas usaha, sertifikasi halal, penyaluran amil zakat, dan BM (Business Matching) pembiayaan UMKM.

Pelaksanaan kompetisi syariah diikuti sebanyak 168 peserta yang terdiri dari kompetisi Ranking 1 Syariah, Da’i Cilik,

Tahfidz Qur’an, dan kompetisi Reels Instagram yang dilaksanakan setiap pekan selama bulan Ramadhan dengan tujuan mempromosikan potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Sebagai rangkaian dari acara FESyar Sulawesi Utara pada April 2022, Bank Indonesia melanjutkan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan Gebyar Puncak Road to FESyar Sulut 2022, yakni Enhancing Green Economy Thorugh Halal Lifestyle yang dikuti secara bersama-sama pada tanggal 15-16 Juli 2022.

Kegiatan tersebut terdiri dari pameran produk UMKM, Pojok Lembaga Keuangan, Pojok Kosmetik Halal, Pojok konsultasi bersama Lembaga Amil Zakat Sulawesi Utara, Story Telling Islami, serta berbagai talkshow dengan topik Manajemen Pengelolaan Masjid, Kemandirian Ekonomi Pesantren, Model Pesantren Digital, Mendorong Trend Halal Lifestyle, dan Edukasi Ekonomi Keuangan Syariah.

“Penyelenggaraan seluruh rangkaian acara Road to FESyar Sulut ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM, pelaku industri halal, dan masyarakat luas untuk dapat terus mendukung kesuksesan dalam pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Sulut,” seru Arbonas.

Turut hadir, pimpinan Lembaga Amil Zakat di Sulawesi Utara dan Ketua Forum Ukhuwah Antar Pesantren Sulawesi Utara, Muyasir Arif, Kepala Tim Implementasi Kekda KPw BI Sulut Eko Hermonsyah Juhasmon dan pembicara Dr Ika Yunia lulusan Universitas Al Azhar Kairo serta jajaran BI Sulut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.