Buka Pencanangan Gerakan Masyarakat Sadar Kebersihan, Bupati JG : Jadi Pilot Project Untuk Diterapkan Di Seluruh Kecamatan

MINUT, SulutExpres.com – Bupati Kabupaten Minahasa Utara Joune JE Ganda SE (JG), membuka pencanangan gerakan masyarakat sadar kebersihan dan penandatanganan MoU PUD Klabat dengan empat desa Kecamatan Kema.

Kegiatan ini digelar di Sekolah SMK Perintis, Desa Kema 1 Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (28/6/2022).

Kepada wartawan, Bupati JG menuturkan gerakan ini akan menjadi pilot project yang akan diterapkan di sepuluh Kecamatan Kabupaten Minahasa Utara.

“Jadi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ini sedang menggalak-galakan masyarakat untuk hidup bersih hidup sehat,” ujarnya saat diwawancarai media.

Ditambahkannya, Minahasa Utara sudah melewati dua tahun kondisi pandemi COVID-19 yang luar biasa, sekalipun memang masih belum terlepas dari pandemi.

“Tetapi kita sudah melakukan aktivitas-aktivitas yang normal, kewaspadaan juga tetap kita lakukan mengingat adanya perkembangan yang terbaru penyebaran Covid yang sedikit mulai meningkat,” pungkasnya seraya berharap pada masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster.

“Kalau vaksin ini sudah berlaku bagi semua, kita sudah bisa melakukan aktivitas dengan seperti biasa, aktivitas ekonomi harus digerakkan,” sambungnya.

Sebelumnya Camat Kema Daniel Komenaung SE dalam sambutan menyampaikan bahwa, kebersihan lingkungan merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan.

“Kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, muntaber, dan lainnya,” kata Komenaung.

“Kebersihan merupakan cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebersihan lingkungan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran dan penyakit,” lanjutnya.

Ditambahkannya, masalah lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat tidak sadar akan menjaga kebersihan lingkungan.

“Misalnya lingkungan yang kotor karena membuang sampah sembarangan, sehingga mengakibatkan bencana banjir saat musim penghujan tiba, atau masalah limbah yang dibuang dengan sembarangan, hingga membuat air bersih menjadi tercemar,” tukasnya.

Dikatakannya, lingkungan akan menjadi lebih baik jika semua sadar dan bertanggung jawab akan kebersihan lingkungan, karena itu harus ditanamkan sejak dini. Pengaruh buruk dari lingkungan sebenarnya dapat dicegah dengan mengembangkan perilaku hidup sehat dan bersih.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan, membuang sampah pada tempatnya. Menguras, menutup dan menimbun (3M). Tidak membiarkan adanya air yang tergenang, membersihkan saluran pembuangan air, dan menggunakan air yang bersih,” jelasnya.

“Maka dari itu kita laksanakan pencanangan gerakan masyarakat sadar kebersihan di sepuluh desa se-kecamatan Kema, serta penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PUD Klabat dalam penanganan sampah di empat desa yaitu Tontalete, Kema I, Kema II, dan Kema III,” tambahnya.

(Egen)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.