Kesbangpolda Sulut Gelar Sosialisasi Pemantapan Revolusi Mental Bagi Generasi Muda di Tengah Pandemi COVID-19

SULUT, SulutExpres.com – Revolusi Mental merupakan suatu gerakan (Pemerintah dan Rakyat) untuk mengangkat kembali nilai‐nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan Negara, guna menciptakan ketertiban serta kesejahteraan bersama.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Daerah (Kesbangpolda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Fery R. J. Sangian, S.Sos, MAP, dalam kegiatan sosialisasi pemantapan revolusi mental bagi generasi muda di tengah pandemi COVID-19, bertempat di kantor Kesbangpolda Provinsi Sulut, Kamis (24/3/2022).

“Dimana dalam implementasinya Revolusi Mental dimaksudkan agar kita menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa‐bangsa lain di pentas dunia,” ujar Sangian.

Selama ini, kata dia, gerakan Revolusi Mental sudah digaung-gaungkan oleh Pemerintah, yang juga disertai dengan upaya-upaya, antara lain mengubah cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku diri pribadi masyarakat.

“Membangkitkan kesadaran diri pribadi dan masyarakat untuk membangun sikap optimistik, dalam kerangka mewujudkan bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian,” ucapnya.

Dilanjutkannya, kegiatan ini termasuk bagian dari pendekatan-pendekatan untuk pencapaian tujuan Revolusi Mental secara optimal.

“Kita tentunya sepakat bahwa kegiatan sosialisasi ini penting dan perlu kita ikuti dengan baik. Apalagi di masa-masa kita berupaya pulih dari pendemi. Yang pastinya, internalisasi dari nilai-nilai Revolusi Mental harus dikedepankan,” pungkasnya.

“Dengan kita memanfaatkan kegiatan Sosialisasi Revolusi Mental ini, pastinya kita akan semakin memahami secara utuh terkait Revolusi Mental, dan apa kewajiban dan peran yang harus kita lakukan, sebagai generasi bangsa,” sambungnya.

Dia menerangkan, dengan kegiatan ini kiranya akan mampu mendukung pancapaian sasaran dari gerakan Revolusi Mental, bahkan menjadi contoh bagi generasi muda yang lain.

“Untuk kedepannya bisa sama-sama melaksanakan 3 (tiga) nilai Revolusi Mental, yakni Integritas (yang meliputi
jujur, dipercaya, berkarakter, tanggung jawab).
Kerja Keras (yang meliputi etos kerja, daya saing, optimis, inovatif dan produktif). Serta Gotong Royong (yang meliputi kerja sama, solidaritas, komunal, dan berorientasi pada kemaslahatan),” jelasnya.

Diharapkannya, generasi muda Sulawesi Utara bisa menjadi generasi muda adaptif, responsif, dan berdedikasi penuh dalam membumikan Revolusi Mental untuk menjadikan daerahnya semakin maju dan sejahtera, yang pastinya akan turut menopang pencapaian visi pembangunan nasional menuju Indonesia Maju.

“Selanjutnya, lewat kesempatan ini juga,
Saya mengajak Saudara-Saudara sekalian, untuk memanfaatkan kegiatan Sosialisasi ini sebagai kesempatan untuk menjalin silaturahmi, persatuan dan persaudaraan. Kita perkuat kerukunan di daerah, dan kita jaga eksistensi Sulawesi Utara sebagai daerah yang memiliki tingkat kerukunan yang tinggi, dan bebas dari isu-isu rasisme dan intoleransi,” serunya.

“Mari senantiasa kita ciptakan suasana yang rukun, sejuk, damai dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kita junjung tinggi kebhinnekaan dan toleransi, dimana kesemuanya itu merupakan modal utama, yang dapat berimplikasi terhadap lancarnya proses pembangunan bangsa dan daerah, untuk kesejahteraan bersama yang setinggi-tingginya,” kuncinya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, Kepala Bidang Ideologi Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpolda Sulut Maykel K. Kelah, AP, M.Si, Narasumber Staf Ahli Bidang Hukum Militer Kodam XIII Merdeka Kolonel Tri Haksoro dan Plt Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Sulut Kompol Novany Jansen, Moderator Sekretaris Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Provinsi Sulut Machel R. Singkoh, AMKL, SE.

(Egen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.