CPPD dan LPM Siapkan 157 Lumbung di 15 Kabupaten Kota

  • Whatsapp

SULUT, sulutexpres.com – Pemprov Sulut siapkan strategi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) sebagai upaya ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Dikatakan Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulut Ir Sandra TP Moniaga MSi didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Franky Tintingon SSTP MSi, berdasarkan catatan data dari Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut, terdapat 157 lumbung yang diberdayakan yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

“Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini dimaksudkan untuk meningkatkan volume cadangan pangan khususnya kepada kelompok masyarakat guna menjamin ketersediaan dan kecukupan pangan bagi anggotanya yang tersebar di 15 kabupaten/kota,” ungkap Moniaga yang turut diiyakan Tintingon, pada kegiatan rapat evaluasi CPPD dan LPM yang digelar di hotel Grand Puri pada Senin (31/6/2021).

Selain memberdayakan kelompok masyarakat yang mengelola lumbung, pemerintah juga memberikan bantuan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kelompok masyarakat yang mendapatkan stimulan sebagai penerima manfaat dari pembangunan lumbung pangan, diharapkan akan memberdayakan anggotanya. Terutama dalam ketersediaan cadangan pangan,” sebut Moniaga sembari menambahkan bahwa stimulan yang diberikan akan meningkatkan modal kelompok, yang akan berdampak pada pengembangan usaha ekonomi produktif di bidang pangan.

“Lumbung yang dimanfaatkan untuk menyimpan gabah, beras dan jagung akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ini yang harus terus didorong dan ditingkatkan,” terang Moniaga.

“Apa yang telah dilakukan tersebut, akan mengarah pada upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kegiatan usaha ekonomi produktif di bidang pangan yang pengelolaannya dilakukan secara sinergis oleh kelembagaan lumbung pangan masyarakat,” tukasnya.

Diketahui, pada Pasal 33 ayat 2 Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah memfasilitasi pengembangan cadangan pangan masyarakat sesuai dengan kearifan lokal.

Pengembangan cadangan pangan masyarakat ini, untuk memantapkan keberadaan cadangan pangan demi keterjaminan atas ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Untuk itu diperlukan sinergitas antar anggota kelompok penerima manfaat, penyuluh pertanian, aparat ketahanan pangan pusat dan daerah.

(Roso/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *